Kolaborasi Generasi XYZ

Mari kita telaah sedikit tentang generasi yang telah masuk ke kancah pergerakan masyarakat di dunia. Dikutip dari berbagai sumber, kita mulai dengan Generasi Baby Boomers.

Sebelum sepak terjang Generasi XYZ menyentuh aktivitas masyarakat, ada Generasi Baby Boomers yang lahir di periode berakhirnya Perang Dunia II dan berakhir pada suatu titik dalam paruh pertama tahun 1960-an. Para Baby Boomers hidup di era yang independen. Inilah sebab Baby Boomers 'kurang bersahabat' dengan keberagaman, karena mereka tumbuh di kawasan yang cenderung berzonasi. 

Meski begitu, jangan tanyakan etos kerja generasi ini. Baby Boomers tumbuh di saat dimana keterbatasan teknologi dan komunikasi terjadi. Tumbuh di negara yang sedang membenahi diri pasca PD II. Maka mereka sangat jeli memerhatikan hal-hal kecil. Ibaratnya, ketika memilih kemeja, mereka memerhatikan betul kualitas benang kemeja dan mengetahui kekuatan benang, sebagai pembentuk kemeja.





Generasi X (Yang lahir di 1964-1980)

Bila para Baby Boomers kerap membanggakan tentang bagaimana keterlibatan mereka ikut dalam proses suatu ajang, Generasi X (Gen X) menganggap itu sudah bukan hal yang hebat. 

Karena Gen X sudah mencapai tahap dimana mereka bukan lagi membuat benang dan belajar teknik menjahit baju. Melainkan membuat mesin yang bisa membuat satu baju utuh, dengan memanfaatkan kekuatan benang dan teknik menjahit. Gen X sudah berbangga diri dengan hal-hal kreatif yang mereka ciptakan. 

Inilah sebab Gen X sudah mulai menerima keragaman, karena kreatifitas yang dihasilkan berkat pertukaran komunikasi dan informasi.


Peran bagi Gen X yang cocok saat ini adalah menjadi advisor atau penasihat bagi Milenial.


Generasi Y atau Milenial (Yang lahir di 1981-1995)

Sudah dianggap ketinggalan jaman bagi Generasi Milenial ketika mendengar orang tua berbicara kehebatan mereka menemukan teknik menjahit dan benang. Pun ketika para Milenial mendengarkan Gen X membanggakan diri mereka atas proses kreasi sebuah mesin pembuat baju. 


Generasi Milenial sudah berbicara tentang bagaimana menciptakan wadah besar yang berisi orang-orang kreatif. Karena para Milenial sudah pada tahap mengelola karya-karya hebat generasi sebelumnya, sehingga menjadi sebuah produk massal yang lebih sesuai dengan kemauan pasar. 


Inilah yang membuat Milenial jauh lebih unggul dari generasi sebelumnya, layak dinobatkan sebagai generasi pemimpin saat ini. Mereka sangat cakap mengatur hal besar, memilah informasi, dan memanfaatkan teknologi komunikasi.


Peran bagi Milenial yang tepat saat ini adalah menjadi pemimpin.


Generasi Z (Kelahiran di 1996-2010)

Usia mereka saat ini, yang sudah mulai masuk dunia kerja adalah yang lahir di 1996-1998 dimana usia mereka telah mencapai 24-26 tahun. Meski saat ini mereka masih dalam tahap belajar untuk menjadi pemimpin, namun potensi mereka sangat luar biasa. Ke depannya, Generasi Z (Genzet) bukan lagi lihai mengelola informasi, lihai berkomunikasi, dan mengatur hal makro, dan menciptakan komunitas. 


Mereka bahkan akan menghadirkan dunia-dunia baru dalam satu tempat. 


Bila para Milenial berbangga dengan hal yang berhubungan dengan pengelolaan hal besar, Genzet sudah berbicara tentang membuat tatanan dunia baru yang mewadahi komunitas-komunitas hebat. Pergaulan Genzet ibarat dunia tanpa pintu, dimana sejak bangun tidur hingga tidur lagi, mereka sudah berkomunikasi aktif dengan orang di berbagai tempat di dunia.

Genzet adalah calon pemimpin masa depan. Mereka tidak lagi harus dipaksa menjadi seperti pendahulunya, karena telah lebih banyak mengetahui tentang informasi pembangunan karir bagi dirinya.


Jadi, dimanakah peran kita saat ini? Mari terlibat dalam pembangunan bangsa dan negara yang semakin positif.

Post a Comment

0 Comments

Ad Code

Berita
English
Snow
Storytelling
Tokoh
Bahari