Misteri Kampus IPB, Jin Qarin

Cerita misteri yang saya paparkan ini, semua murni saya dapatkan dari inbox kawan-kawan yang mengirimkannya ke saya. Saya hanya menulis ulang, dengan sedikit menyunting gaya bahasanya sehingga (semoga) enak dibaca. Dan berikut sumbangan kisah misteri dari kawan kita..
 

Beberapa waktu lalu, laman berita TV One, kemungkinan 'terpaksa' melakukan pembahasan tentang hal misteri, yakni mengenai upaya pengungkapan kasus pembunuhan di Subang, Jawa Barat, lewat media mahluk halus. Dalam beritanya TV One mengungkap bahwa upaya pengungkapan kasus itu melalui mediasi antara manusia dengan jin, yang kerap disebut jin bangsa Qarin. Karena jin Qarin adalah yang selalu mendampingi manusia, selama dia hidup.  


Apakah benar seperti itu? Menurut banyak ulama, hal itu tak mungkin bisa terjadi. Karena jin tak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan manusia dengan cara yang kasat mata atau konvensional. Kalaupun bisa terjadi, yang pernah terjadi hanya melalui media mimpi atau cara tertentu, yang menurut beberapa orang yang mempelajarinya, akan berujung pada sihir.


Nah kembali ke cerita, Baca terus ya gaess, karena akan diungkap pada akhir artikel ini. Namun sebelumnya, ijinkan penulis kembali menceritakan kisah tak biasa dari pengalaman kawan kita, salah satu alumni IPB 97 Kr34tif dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), yang bahkan mengaku sangat berkesan dengan kisahnya ini. Seperti diketahui bersama, sudah banyak korban tewas dari pihak mahasiswa, saat mereka bersentuhan dengan laut.


Waktu Angkatan 34 (baca Kr34tif) masuk IPB University, yakni sekitar akhir Juli 1997, sudah beredar kabar bahwa belum lama, ada mahasiswa dari Makassar, Sulawesi Selatan, yang tewas tergulung ombak pantai Pelabuhan Ratu. Kejadiannya kalau tidak salah, masih di tahun 1997 (atau akhir 1996) sudah lupa juga penulis (maaf ya..) tapi yang pasti, tak terlalu lama dari masuknya Kr34tif. Lalu pada 1998, ada lagi yang menjadi korban tewas di lokasi yang sama, kali ini adalah mahasiswa dari Sumatera Utara. Dan beberapa kasus lagi di sana.


Dan yang ingin diceritakan oleh penulis kali ini, adalah penuturan seorang kawan karib dari salah satu korban tewas itu. Nama keduanya, si kawan karib dan korban tewas, sengaja tidak ingin diungkap, demi menghormati keluarga masing-masing. Tapi percayalah, penulis akan berusaha memaparkannya secara jelas dan bertutur. Kisah dimulai saat si mahasiswa kawan karibnya almarhum ini (sebut saja namanya Bro dan yang sudah tewas namanya Alm) baru pulang ke kost-nya di kawasan Babakan Doneng (Badoneng).


Si Bro ini pulang ke kost dengan berulang kali mengatakan sesuatu tentang si Alm. Pada intinya dia mengaku akan menghabiskan liburan akhir smester ke Medan dan pulang bareng dengan Alm. Namun ternyata Alm memilih menundanya, karena ingin mengikuti acara bersama para mahasiswa baru (maba) melalui acara perkenalan (semacam ospek jurusan) di Pelabuhan Ratu. Bro pun mengaku agak kecewa karena mereka sudah merencanakan 'mudik' bareng itu sejak lama. 


"Kau jadinya tak pulang Medan?" tanya teman sekamarnya.

"Tak lah. Itu si abang (Alm) malah ikut acara itu," ungkap Bro.

"Setelah itu tak bisa?"

"Tak lah. Singkat kali waktunya pun."


Waktu hari keberangkatan ke Pelabuhan Ratu pun datang. 

Jumat sore, selepas jam kuliah maba, mereka berangkat. Alm ikut di dalam rombongan maba tersebut bersama senior lainnya. Perlu diketahui, Alm ini adalah angkatan 31 dari FPIK. 

Sampai di Pelabuhan Ratu, waktu menunjukkan mendekati pukul 21 dan panitia langsung memerintahkan pembentukan barisan kepada para maba. Walau ada beberapa maba yang kena mabok darat, tapi tak lama kemudian mereka bisa kembali ke barisan dan bergabung dengan maba yang lain. 


Singkat cerita, malam perkenalan pun berlangsung. Maba mengalami banyak pembinaan dari para senior dan panitia, dan di akhiri dengan malam keakraban, di sekitaran waktu menuju tengah malam atau sekitar 23.30 (kurang atau lebihnya penulis pun tidak ingat). Dan acara keakraban pun selesai sekitar pukul 01.00 WIB atau Sabtu dinihari. Setelah itu, ada maba yang tertidur pulas, ada yang masih bergadang, dan ada yang berupaya tidur. Kebetulan Alm masih bergadang bermain gitar bersama para maba dan teman-temannya.


Hingga akhirnya mereka semua lelah menjelang waktu adzan subuh, dan akhirnya tertidur. Beberapa ada yang baru tidur setelah melakukan salat subuh. Pukul 8 pagi, panitia membangunkan semua maba untuk melakukan senam pagi. Lalu setelah senam pagi, acara dilanjutkan dengan kegiatan bebas. Dan di sinilah malapetaka menyelinap. Para mahasiswa pun dengan semangatnya, bermain-main, berlarian di pinggir pantai. Ada juga yang sudah nyemplung ke dalam air menikmati cerahnya pagi.


Tapi tampak ada salah satu mahasiswi yang terlihat oleh Alm sedang gelagapan karena mencoba untuk berenang ke tepian. "Oh Tuhan, dia terseret," ungkap Alm melihat si mahasiswi itu. Alm pun berteriak meminta kawan-kawan lainnya untuk membantu si mahasiswi itu. Akhirnya beberapa senior dan panitia langsung turun membantu. Alm yang paling depan berada di barisan penolong. Mereka membentuk formasi empat dengan menggunakan tali tambang yang cukup besar, yang biasa untuk pengikat perahu (lihat gambar).




Setelah berupaya semaksimal mungkin, akhirnya si mahasiswi tertolong. Alm berhasil meraih tubuh mahasiswi. Tapi kemudian tiba-tiba datang ombak cukup besar menghempas keduanya. Bahkan hingga barisan tim penolong kedua, ombak berhasil menghempas mereka. Ada tiga orang yang terhempas, yakni mahasiswi, Alm, dan satu orang lagi dari yang posisinya di belakang Alm. Orang di belakang Alm ini sebenarnya berperawakan tinggi besar dan juga terkenal kuat, kita sebut saja Bima. Tapi tetap saja Bima mengaku terpelanting dan tergulung saat ombak menghujam.


Dan entah bagaimana, si mahasiswi malah muncul persis di bibir pantai, yang artinya dia justru terselamatkan oleh hempasan ombak. Lalu Bima juga berhasil kembali berdiri dan menyeimbangkan diri setelah ombak menghempas. Namun bagaimana dengan Alm? Bima hanya mendapati tali tambang (yang seharusnya terikat ke badan Alm) kosong tanpa objek. "Ya Allah, kemana dia?" ungkapnya setengah putus asa. Dia pun berteriak kepada tim yang di belakangnya, bahwa si Alm menghilang.


Awalnya si Bima ingin nekat menyelam mencari Alm karena dia yakin Alm belum terlalu jauh posisinya (bila pun terhempas arus balik ombak). Namun Bima dicegah oleh kawan-kawan lainnya. Waktu terus berjalan, bermenit-menit, hingga nyaris satu jam, Alm belum juga ditemukan. Akhirnya keputusasaan pun benar-benar terjadi. Sore hari, polisi menyatakan bahwa Alm hilang ditelan ombak. Satu lagi catatan korban hilang di Pelabuhan Ratu tahun itu.


Foto milik Boombastis.com



Cukup dulu cerita tentang kejadian tragis tersebut. Kini cerita beralih ke si Bro yang berada di lain lokasi, yaitu di Badoneng. Bro ini rajin bangun pagi, walau bukan muslim tapi dia lebih sering bangun di waktu para mahasiswa muslim lainnya ke masjid untuk menunaikan salat subuh berjamaah. Seperti biasa, kalau sedang bangun pagi Bro melakukan olahraga kecil. Di pagi itu, dia baru saja olahraga pagi dan kemudian lanjut mandi.


Badan sudah segar menghangat, pasca tersiram air dingin di pagi hari. Memang begitu hukumnya, bila badan disiram air dingin, sesudahnya pasti menjadi hangat. Sebaliknya, ketika disiram air hangat, sesudahnya pasti jadi dingin. Dibukalah pintu kamar mandi dan ternyata sudah ada orang yang menunggunya sedari tadi, ingin bergantian memakainya. "Oi! Kau rupanya," sapa si Bro. Dan masuklah si kawan yang menunggu itu ke dalam kamar mandi, seiring si Bro melangkah keluar. 


Hari Sabtu pagi begini biasanya Bro dan Alm sering berolahraga bersama. Mereka adalah teman satu sekolah, di salah satu daerah di Sumatera Utara (entah dari Medan atau daerah sekitarnya) dan sering sarapan bersama. Kadang keduanya janjian sarapan di suatu tempat atau Bro yang datang ke kost Alm setelah olahraga pagi dan mandi, atau Alm yang datang ke kost bro untuk kemudian cari sarapan bersama. Dan... "Lho? Bukankah tadi yang masuk ke kamar mandi si Alm?" 

 

Si Bro, di hari itu, merasakan seperti biasanya di hari Sabtu yang lain. Dimana Alm datang ke kost dan mengajak sarapan bersama. Alm terkadang bahkan sudah stanby di depan kamar si Bro (karena tempat kost seperti area paviliun, dimana kamar satu dan lain berhadapan), ketika Bro selesai mandi. Alm kerap kali menunggu duduk di bangku depan kamar. Setelah itu barulah mereka pergi sarapan bareng. Dan kadang juga, si Alm sering mengetuk pintu kamar mandi (letak kamar mandinya di luar dan dipakai bersama penghuni kamar kost lainnya) mengabarkan bahwa dia sudah di situ.


Tapi di sabtu pagi ini, Bro melihat si Alm sudah berdiri di hadapannya ketika dia membuka pintu kamar mandi, terlihat berdiri sambil menundukkan wajahnya. Setelah itu si Alm langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan melewati Bro begitu saja, tanpa membalas sapaan. Sejenak beberapa detik melangkah dari pintu kamar mandi menuju kamarnya, Bro baru tersentak, teringat bahwa bukankah Alm sedang di lokasi lain? Dia pun kembali membalikkan badan dan melihat ke arah kamar mandi yang dia pakai barusan. Dan ternyata, pintu kamar mandi terbuka bebas tanpa ada orang di dalamnya.


Kehangatan tubuhnya, seketika terasa sekelebat dingin di area sekitar tengkuk dan bahu bagian belakang, serta bulu kuduk jadi berdiri sejenak dari leher hingga lututnya. "Bang?! Abang?!" ujar Bro mencari-cari ke sekitar kamar mandi. Ternyata dia tidak menemui siapa-siapa. Bro, tergolong orang yang logis dan tenang. Sehingga pasca kejadian aneh itu, dia tidak ambil pusing. Hanya menaikkan bahu dan kembali ke kamar sambil bersenandung nanyian dari mulutnya.


Selanjutnya Bro melanjutkan kegiatannya di Sabtu pagi itu. Waktu berjalan hingga menjelang tengah hari. Bro yang senang dengan otak atik rumus, menjelang siang itu sudah berada di kampusnya, melakukan aktivitas di salah satu laboratorium perikanan, karena dia juga menjadi seorang asdos (asisten dosen). Bersama dengan teman-temannya yang lain sesama asdos mereka pun berniat menyelesaikan pekerjaannya di lab tersebut dan pulang, sekalian mencari makan siang.


Saat semua peralatan lab dirapikan dan mereka siap keluar dari ruangan, tiba-tiba tampak salah satu dosen perempuan berjalan bergegas. 


"Lho Bu, mau kemana?" tanya salah satu asdos.

"Saya mau ambil tas dan lanjut ke rektorat. Ada kabar mahasiswa hilang tenggelam di SLK kemarin," jelasnya.

"Ya Allah. Innalillahi wa inna ilaihi ro ji uun. Mahasiswa perikanan Bu?"

"Iya, ITK. Sudah ya, saya buru-buru."


Dan bertanya-tanyalah para asdos setelah mendengar kabar itu. Hingga pada singkat cerita, ternyata Bro mendapat kabar bahwa korban tenggelam yang dimaksud adalah Alm. "Tapi tadi pagi.. Kenapa bisa begitu? Apakah itu adalah.. Pertanda untuk saya dari dia?" tanya Bro dalam hatinya. Hingga cerita ini diturunkan, si Bro tidak pernah menanyakan perihal tersebut kepada orang-orang yang paham soal metafisika di IPB University. Cerita ini hanya dia ungkap ke beberapa teman yang dia rasa dekat dan nyaman baginya untuk bercerita.


Lalu mengenai apakah penampakan Alm pagi hari itu di mata Bro adalah yang dimaksud dengan jin bangsa Qarin? Karena katanya, ada yang bilang, bahwa jin Qarin yang mendampingi hidup manusia selama mereka hidup di muka bumi ini, juga menyerap struktur energi manusia itu. Sehingga suatu ketika, di saat yang sangat tepat, dia bisa memunculkan wujud si manusia yang telah meninggal itu dengan memanfaatkan energi yang dia serap itu. Tentang hal itu pun, sebagian besar ulama menyatakan mustahil. Karena tidak ada riset kuat yang mendukung teori tersebut...




Post a Comment

0 Comments

Ad Code

Berita
English
Snow
Storytelling
Tokoh
Bahari