Jejak Alumni 1997

Beberapa hari lalu, Alumnus IPB 97 Kr34tif sudah berbagi kesan ketika baru masuk IPB di tahun 1997. Nah yang ini, adalah kesan apakah ketika mereka harus 'angkat kaki' dari kampus IPB tercinta pasca lulus dan wisuda. 

Foto milik Ditap.IPB.ac.id


Seperti apa kesan-kesannya? Mari kita lihat bersama :


Arif Miftahul Aziz (C34)

Bingung mau ngapain, mana harus keluar asrama, belum ada penghasilan, tak ada kiriman, jomblo pulak...


Angiola Harry (C34)

Lumayan sedih, 1997-2003 akhirnya harus kembali ke Bekasi, tinggalkan kampus yang membuat saya 4x ditolak nembak cewek. 


Icha (C34)

Bebas akhirnya bisa lulus 😁.  Plus sedih juga karena kembali ke kenyataan lepas jadi anak kost, mulai cari kerja.


Bombong Utami (A34)

Lega bisa lulus angkatan pertama dengan IPK Alhamdulillah. Tapi habis itu pusing nyari kerja.


Ardi Luna (F34)

Pernah dapat beasiswa 4 jenis. Di mata keluarga besar 'Hebat nih Ardi pinter patut diteladani ama sepupu-sepupu yang lain'. Padahal beasiswa itu untuk mahasiswa tidak mampu dan kebetulan waktu tulang punggung di keluargaku kena krismon (krisis moneter) waktu. Sedih campur lucu sih masih terngiang. 


Norma Nor Solekhah (D34)

Kuliah 4 tahun, lulus dengan ijazah dan ijab sah (menikah dengan kakak kelas di semester 8) 🤭. Antara senang dan sedih. Karena setelah lulus tidak dapat melamar kerja (sudah hamil).


Dwi Puspa (A34)

Kangen nongkrong di manhatan alias mahatani alias sekret BEM-A dan DPR.


Benny Willanto (F34)

Lulus di tahun ke-9. Wisuda sendiri tanpa teman seangkatan tapi bareng angkatan 38. Dipanggil paling awal, sakit typus, tapi maksa untuk datang wisuda. Bawa anak umur 3 bulan. Bisa lulus didorong oleh istri yang selalu nganter ke kampus dan salah satu orang tua dari anak 34 juga yang jadi pimpinan kantor. Pengalaman yang nggak akan dilupa. 


Silvis T (B34)

Perasaan gue after lulus. Horee selesai sudah belajar, praktikum dan ujian seubreg ubreg nan lebay di IPB.


Wawan Somala (C34)

Meninggalkan "Jejak" di Lab Industri. Tingkat akhir udah nggak nge-kos, tapi tinggal di Lab Industri. Mandi nggak boleh kesiangan, karena kamar mandinya pas di tangga lingkar kampus. MasyaAllah sangat berkesan.


Bachtiar Muchamad (A34)

Memakai toga melihat bapak. Tugas beliau sudah usai, riwayat berliku perjuangan dari cerita ibu yang kagum pada suaminya dan kini waktunya saya. Keluar GWW sudah tersenyum, pendamping wisuda bilang, "Ayo janjimu kutunggu" 😁


Janjimu kutungu.. Hahayy



Post a Comment

0 Comments

Ad Code

Berita
English
Snow
Storytelling
Tokoh
Bahari